OCWN

OCWN

Jumat, 08 Juni 2012

PANDUAN INSTALLASI PRESTASHOP DI WEBHOSTING




Kali ini kita akan membahas bagaimana cara installasi CMS PrestaShop di webhosting.
Prestashop merupakan software web instant yang dapat digunakan untuk membangun sebuah toko online secara gratis. Dimana spesifikasi dari CMS ini antara lain : webserver linux atau windows, PHP versi 5.0 keatas, apache versi 1.3 atau IIS6 keatas.
Dan berikut adalah panduan untuk instalasinya :
1.   Download file prestashop terlebih dahulu di situs resmi.

2.   Upload paket file prestashop tersebut ke dalam directory public_html. Selanjutnya Ekstrak file tersebut dan akan muncul directory baru dengan nama ‘prestashop’( struktur file di account hosting anda home/userCpanel/public_html/prestashop ). Jika akan dilakukan installasi/diakses langsung dengan  http://NamaDomainAnda.com, silahkan pindahkan ke-semua file ( di dalam folder prestashop ) langsung dibawah ‘public_html’ tanpa membuat direktory baru.

3.   Jika anda belum memiliki database di server, silahkan dibuat dahulu. Membuat database MySql bisa dilakukan di cPanel > MySql Database.


4.   Setelah semua file dan folder sukses di upload berikut database baru sudah anda buat, silahkan akses url di browser anda : http://NamaDomainAnda.com/install dan akan mendapati halaman sebagai berikut


5.   Pada langkah pertama dari proses instalasi, Anda dapat memilih bahasa yang Anda inginkan untuk digunakan di toko online Anda. Pilih bahasa yang Anda inginkan dan tekan tombol “Next” di bagian bawah.

6.   Pada halaman berikutnya, aplikasi akan melakukan cek sistem. Jika server mendukung dengan semua requirementnya, Anda akan melihat semua ikon berwarna hijau untuk setiap requirement yang mendukung seperti yang ditampilan di bawah ini :

7.   Tekan tombol “Next” kembali, anda akan dibawa ke step selanjutnya, di mana Anda harus memasukkan  informasi namaDatabase, password, dan userDatabase yang telah Anda buat sebelumnya di step 3.
Kami sangat menyarankan untuk pengguna baru untuk memilih  “ Full mode: Install all basic modules and add sample products “ pada pilihan di bawah konfigurasi database. Di mana pilihan tersebut akan menambahkan beberapa sample data barang yang akan membantu maupun memahami lebih baik bagaimana aplikasi bekerja.

8.   Instalasi PrestaShop hampir selesai. Pada step ini hal yang terpenting memasukkan informasi login untuk aplikasi. Di sini Anda harus memasukkan alamat email yang valid. Selain itu mengenai nama toko, logo, dsb isikan sesuai dengan keinginan anda. Setelah itu lanjutkan dengan klik tombol next.

9.   Aplikasi PrestaShop Anda sekarang terinstal dengan baik! Di step ini akan ditampilkan informasi yang sudah kita inputkan di step sebelumnya, berikut ada beberapa catatan penting yang perlu anda perhatikan dan lakukan.

a)   Hapus folder ‘install’ di  folder public_html anda selain itu rename folder ‘admin’ dengan nama lain sesuai keinginan anda ( missal, administrator, admin123, namaAnda ). Anda dapat melakukan hal tersebut menggunakan tools yang sudah disediakan di dalam menu file manager.

b)   Perhatikan bahwa langkah-langkah di atas adalah persyaratan keamanan dan Anda tidak akan bisa login di admin area, kecuali jika Anda sudah menyelesaikannya.

c) Instalasi PrestaShop Anda sekarang selesai! Anda dapat melihat situs baru di http://NamaDomainAnda.com

AMANKAN WEBSITE ANDA


Kebanyakan orang yang browsing di internet merupakan orang-     orang baik, tapi ada juga beberapa orang yang mendapatkan kesenangan di internet dengan cara mencari-cari kelemahan keamanan pada suatu website.
Ada beberapa tips yang bisa agak membantu kita dalam mengamankan website. Tips yang akan ditulis disini merupakan tips yang sangat sederhana, yah paling tidak cukup untuk mengurangi beberapa masalah pada website yang memungkinkan orang lain melihat apa yang seharusnya tidak boleh dilihat.

Proteksi folder anda
Jika anda memiliki direktori yang barsifat private, maka jangan hanya mengandalkan nama direktori yang kira2 tidak mungkin ditebak oleh orang lain. Ada baiknya jika direktori anda juga diproteksi password.
Karena lebih dari 50% website menggunakan server apache, maka kita akan bahas bagaimana cara memproteksi direktori dengan password pada apache.
Konfigurasi pada apache dilakukan lewat file .htaccess yang terdapat pada direktori. Perintah yang terdapat didalam .htaccess dapat mempengaruhi sebuah folderdan sub-folder, kecuali jika sub-folder tersebut memiliki file .htaccess sendiri di dalamnya
Untuk memberikan password pada folder, Apache juga menggunakan file .htpasswd. Password didalam .htpasswd dienkripsi, sehingga kita harus menggunakan htpasswd program untuk membuat sebuah password. Untuk mengaksesnya, gunakan command line pada server anda dan ketik “htpasswd”. Jika pesan yang diterima adalah “command not found”, maka kontak sistem administrator anda.
Ketik “htpasswd -c .htpasswd username” dimana “username” adalah username yang diinginkani. Setelah itu anda akan dimintai password. Konfirmasi password tersebut, maka filenya akan langsung dibuat. Untuk lebih meyakinkan, anda dapat mengecek lewat FTP.
Sekarang, buka file .htaccess. dan tulis perintah berikut:
AuthUserFile /home/www/passwd/.htpasswd
AuthGroupFile /dev/null
AuthName “Secure Folder”
AuthType Basic
require valid-user
Baris pertama digunakan untuk memberikan petunjuk letak dari file .htpasswd. Ketika di semua selesai, maka anda website anda akan menampilkan popup sewaktu anda memasuki direktori yang diproteksi password tadi.

Matikan Directory listings
Secara default, semua direktori pada website yang tidak memiliki file “pembuka” (index.htm, index.php, default.asp, dsb), maka yang akan ditampilkan adalah daftar file yang terdapat di situs tersebut. Anda mungkin tidak ingin memperlihatkan file apa saja yang ada di website anda kan? Cara pertama untuk mengatasi hal ini adalah, buat sebuah file html kosong, dan beri nama index.htm kemudain upload ke website (atau pada folder tertentu di website)
Sedangkan cara kedua, gunakan file .htaccess untuk men-disable directory listing. Masukkan saja perintah “Options -Indexes” pada .htaccess. Sekarang pengunjung website anda akan mendapatkan error 403 dan bukan daftar dari isi direktori anda

Security Update
Jika anda menggunakan software (atau bisa juga berupa CMS), maka anda perlu melakukan update pada software tersebut, demi menjamin keamanannya.
Update digunakan untuk menutupi lubang keamanan pada software. Tidak melakukan update sama saja artinya dengan membiarkan orang lain melakukan eksploitasi pada kelemahan software diwebsite anda.

Kurangi Tingkat Pesan Kesalahan
Kali ini kita akan berbicara tentang PHP, karena bahasa pemrograman web ini adalah yang paling banyak digunakan. Secara default,jika ada kesalahan pada suatu file maka pesan error dan warning pada PHP akan ditulis dengan informasi yang lengkap, termasuk letak file yang sedang “bermasalah” tersebut.
Yup, informasi yang diberikan terlalu banyak. Gunakan function error_reporting() yang terdapat pada PHP, dan masukkan sebagai global file yang akan bekerja pada semua bagian dari website anda

Amankan Form
Form dapat menjadi celah terbesar dari website anda jika anda tidak benar2 serius dalam melakukan coding nya. Form dapat memiliki akses langsung ke database.
Walaupun anda menuliskan kata “alamat” di depan sebuah field, tidak berarti anda langsung percaya bahwa field itu akan diisi oleh orang lain dengan alamat mereka. Bagaimana jika seseorang mengisi field tersebut dengan SQL query atau script lain di dalamnya? Lalu bagaimana cara mengamankan form?
  • Gunakan MaxLength. Dapat (paling tidak) mencegah orang lain memasukkan data terlalu banyak.
  • Validasi form. Cek data yang dimasukkan apakah sudah dalam format yang benar. Hal ini berlaku untuk e-mail, no telp, kode pos, dsb.
  • Hindari SQL Injection. Cek tipe data yang masuk ke database anda (string, numbers,dsb), gunakan validasi form yang benar, dan terakhir tulis query yang tidak memungkinkan orang lain memasukkan data selain dari yang anda inginkan